Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Wisata. Tampilkan semua postingan

Minggu, 31 Desember 2017

Seputar Lawang Sewu Semarang

Tugu Muda
Lawang Sewu 
GoSemarangHebat - Lawang Sewu, begitu sebutan untuk bangunan yang satu ini. Kenapa dinamakan lawang Sewu? ini dikarenakan jumlah pintu yang ada di bangunan itu banyak. Info dari yang jaga Lawang Sewu, jumlah pintunya ada 342 buah dengan jumlah lubang pintu sebanyak 429 buah yang memiliki daun pintu sekitar 1.200 (Model Pintu CowBoy) begitu gan dan sist. Dalam bahasa Jawa, Lawang artinya adalah pintu dan Sewu adalah seribu. Jadi Lawang Sewu itu adalah Pintu Seribu atau Seribu Pintu.
Bangunan Lawang Sewu
Lawang Sewu juga merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Semarang. Letak Lawang Sewu ini persis di samping Tugu Muda Semarang. Lawang Sewu dibangun pada tahun 1904 dan mulai difungsikan pada tahun 1907, pembangunannya sekitar 3 Tahun. Bangunan ini dalu dibangun untuk dijadikan sebagai kantor oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (salah satu perusahaan kereta api Hindia Belanda) atau dapat disingkat dengan NIS.

Arsitektur Lawang Sewu dirancang oleh arsitek Eropa dan untuk bahan bangunan langsung diorder dari Eropa loh gan dan sist. Jadi luar biasa nih untuk bangunan Lawang Sewu ini. Hingga saat ini bangunan Lawang Sewu ini masih berdiri kokoh. Lawang Sewu memiliki 2 lantai yang setelah masa kemerdekaan digunakan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) kalau sekarang diganti menjadi PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pada waktu Pertempuran Lima Hari Semarang, Lawang Sewu menjadi lokasi pertempuran antara Pemuda Angkatan Kereta Api melawan Jepang.

Lokomotif dibagian depan Lawang Sewu
Saat ini Lawang Sewu menjadi salah satu tempat wisata di Kota Semarang. Model Bangunan yang unik menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Lokasinya juga terletak di tengah Kota Semarang. Sehabis wisata dari Lawang Sewu, wisatawan dapat berkeliling di Tugu Muda Semarang. Biasanya wisatawan mengabadikan dengan cara berfoto-foto di Lawang Sewu dan Tugu Muda. Ada juga loh gan dan sist yang ngejadiin Lawang Sewu ini sebagai tempat foto untuk pre-wedding.

Sebagian orang juga tertarik dengan Lawang Sewu karena berita mistisnya. Gak heran sih gan dan sist, kenapa banyak cerita misteri tentang Lawang Sewu karena dulunya Lawan Sewu ini juga dijadikan sebagai penjara pada masa pemerintahan Belanda dan Jepang. Jadi kalau agan dan sist beruntung pas lagi berkunjung ke Lawang Sewu, agan dan sist bisa ngerasain aura yang ada disana. Tapi selama agan dan sist tidak punya prasangka apa-apa, tidak akan ada masalah koq. Malah disini agan dan sist dapat banyak belajar tentang sejarah dan model arsitektur bangunan Lawang Sewu.

Tangga bagian dalam setelah masuk pintu utama
Lokasi tepat Lawang Sewu berada di Jl. Pemuda dan Jl. Pandanaran (lokasinya pas tikungan dari arah Jl. Pemuda belok kekiri menuju arah Jl. Pandanaran. Untuk agan dan sist yang mau berkunjung ke Lawang Sewu cukup mempersiapkan uang IDR.10K (Dewasa) dan IDR.5K (Anak-anak dan Pelajar) kemudian kalau agan dan sist mau coba keruang bawah tanah di Lawang Sewu, maka ada biaya tambahan IDR.30K (tapi biasanya ruang bawah tanah ini sering ditutup dengan alasan keamanan agan dan sist). Agan dan sist dapat berkunjung antara pukul 7 Pagi sampai pukul 9 Malam. Biasanya sih pada kesini jam-jam pagi atau jam-jam sore/malam (Kalau siang hari panas gan dan sist).

Baiklah gan dan sist, semoga postingan diatas bermanfaat buat agan dan sist yang mau berkunjung ke Kota Semarang. Salam sukses selalu gan dan sist. Terima kasih sudah mau berkunjung ke blog gosemaranghebat.blogspot.com tunggu postingan selanjutnya ya tentang Kota Semarang dan Teknologi.

Gereja Blenduk Semarang


GoSemarangHebat - Gereja Blenduk Semarang merupakan salah satu bangunan bersejarah juga loh gan dan sist. Letaknya berada di Jl. Letjend. Suprapto No. 32 Tanjung Mas, Semarang - Jawa Tengah atau kalau orang Semarang lebih kenal dengan sebutan Kota Lama (bukan berarti kalau Kota Lama kemudian ada kota baru ya). Gereja Blenduk Semarang juga merupakan Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah.

Gereja Blenduk Semarang dibangun oleh Belanda pada tahun 1753 dengan gaya arsitektur Gaya Doria yang berbentuk heksagonal. Gereja Blenduk juga sering disebut dengan nama Gereja GPIB Immanuel. Hingga sekarang Gereja Blenduk masih digunakan untuk acara-acara keagamaan.


Model bangunan Gereja yang mblenduk (logat orang Semarang yang artinya gelembung/menggembung pada bagian atapnya) juga menjadi salah satu daya khas tersendiri. Banyak wisatawan domestik dan manca negara yang ingin berfoto-foto disekitar bangunan Gereja Blenduk. Sekarang didekat Gereja sudah dibuatkan taman oleh Pemerintah Kota Semarang, jadi suasana nongkrongnya makin asik gan dan sist. Ada becak-becaan juga disana dan beberapa jajan lainnya.

Oke gan dan sist, sekilas tentang Gereja Blenduk di Kota Semarang. Sampai jumpa di Gereja Blenduk Kota Lama ya gan dan sist.

Rabu, 27 Desember 2017

Sego Kucing - Kucingan Semarang

GoSemarangHebat – Baiklah tanpa berpanjang lebar, karena bila Panjang dikali lebar nanti hasilnya luas (malah rumus matematika). Kali ini saya akan membahasa yang namanya nasi kucing atau istilah semarangane tu sego kucing. Apa sih sego kucing itu, isinya apa aja, bentuknya seperti apa, tempatnya dimana dan lain sebagainya (all about sego kucing) hehehe.

 

Oke, langsung aja. Sego Kucing terdiri dari dua kata, Sego dan Kucing. Sego dalam Bahasa jawa adalah nasi sedangkan kucing adalah nama hewan, jadi kalau digabungkan antara sego dan kucing adalah nasi kucing. Kemudian muncul pertanyaan, kenapa dinamakan sego kucing? Koq gak sego-sego yang lainnya. Dinamakan sego kucing karena bentuk dari bungkusan untuk sego kucing ini atau ukurannya itu kecil, sehingga kalau agan dan sist makan ini, bisa nambah antara 2-3 kali, kalau laper banget bisa sampai 5-10 kali.

Di setiap sego kucing selain berisikan sego juga berisikan lauk pauknya, seperti ayam yang disuir-suir (dipotong kecil-kecil), rendang, sambal ati, dan lainnya. Tapi agan dan sist jangan membayangkan lauk pauknya banyak yaa, ini semua dalam porsi mini. Oya, disamping sego kucing, pasti ada gorengan, sate telor, sate ayam, cumi dan lainnya lagi. Menu itu semua sebagai pelengkap sego kucing yang agan dan sist makan nanti. Tidak lupa juga minumannya, yang pasti ada disemua tempat pastinya es es teh dan teh anged, jeruk, wedhang jahe, kopi dan lainnya.

Salah satu tempat sego kucing yang terkenal adalah sego kucing pak gik. Terletak di Jalan Wotgandul (sekitar 20 m dari Jalan Gajah Mada lokasinya di pinggir kali Semarang. Jam bukanya sekitar jam 11 malam hingga menu habis, biasanya sekitar jam 3an menu makanan, minuman dan lauk pauk sudah mulai habis.


Penggemar sego kucing Pak Gik ini sangat beragam, mulai dari yang muda hingga yang udah gak muda lagi, mulai dari yang masih sekolah sampai yang udah gak sekolah lagi, mulai dari yang udah kerja sampai udah gak kerja lagi, mulai dari yang jalan kaki, sepeda motor dan mobil. Agan dan sist semuanya berkumpul disni.

Tempat yang lumayan asik dengan hembusan angin malam yang sejuk menjadikan cerita tersendiri bagi para penikmat sego kucing di Pak Gik. Soal harga gak usah ditanya, namanya aja sego kucing semua menunya serba mini so harganya juga murah banget gan dan sist. Hitungan bawa uang IDR 20K juga udah kenyang pake banget, cobain aja.


Baiklah, nampaknya sudah cukup artikel tentang sego kucing di Kota Semarang. Bila ada yang ingin menambahkannya, boleh di komeng dibawah ya gan dan sist. Terima kasih sudah membaca blog ini dan bila agan dan sist berkenan, bisa tolong share blog ini. Terima kasih sukses selalu untuk agan dan sist.

Senin, 18 Desember 2017

Tugu Muda Semarang


 Tugu Muda Seamarang

Selamat malam para agan dan sist, apakabar? Semoga senantiasa sehat ya,amiin. Baiklah kali ini saya akan mengulas sedikit tentang Tugu Muda yang ada di Semarang pastinya. Jadi begini, menurut sumber yang berhasil saya temui di Kota Semarang bahwasannya (lebay ne bahasanya, sok intelektual. Hehehe) Tugu Muda adalah monumen yang dibangun/dibuat untuk mengenang para pejuang-pejuang Bangsa Indonesia lebih tepatnya para pejuang di Kota Semarang dan untuk mengenang jasa-jasa para pejuang-pejuang Semarang dalam Pertempuran Lima Hari di Kota Semarang. Pertempuran Lima Hari di Semarang terjadi pada tanggal 14-18 Oktober 1945.
Tugu Muda terletak dipersimpangan Jalan Pandanaran, Jalan Pemuda, Jalan Imam Bonjol, Jalan Siliwangi, dan Jalan HOS. Cokroaminoto. Nah, Tugu Muda persis ditengah -tengah. Di sekiling Tugu Muda juga terdapat bangunan bersejarah dan bangunan besar lainnya, seperti Bangunan Lawang Sewu, Gedung Pandanaran, Wisma Perdamaian, Museum Mandala Bhakti, Gereja Katedral dan ada satu kampus di dekat Tugu Muda, yaitu Universitas Dian Nuswantoro Semarang.



Bentuk dari Monumen Tugu Muda seperti Lilin yang meggambarkan semangat perjuan yang berkobar berjuang guna mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Tugu Muda sepenuhnya terbuat dari batu, kemudian untuk dibagian bawah Tugu Muda terdapat kolam dan tanaman. Oya, tinggi Tugu Muda adalah 53 meter. Tugu Muda di arsitekturi/desain oleh Bapak Salim dan Bapak Hendro.
Tugu Muda selain sebagai Monumen bersejarah di Kota Semarang, juga dijadikan sebagai taman kota Semarang. Biasanya di malam hari ataupun akhir pekan, banyak warga Semarang dan luar kota Semarang yang berdatangan ke Tugu Muda untuk berfoto-foto atau sekedar berkeliling Tugu Muda. Beberapa teman saya dari luar kota yang sedang bermain ke Kota Semarang, selalu minta diantarkan ke Tugu Muda. Biasanya setelah dari Tugu Muda dilanjutkan ke Lawang Sewu dan kemudian ke Simpang Lima Semarang hingga malam hari. Untuk makan malamnya, langsung dibawa ke sego kucing pak Gi’ aja (murah meriah bro).
Oke, kembali lagi ke Tugu Muda Semarang, nanti Lawang Sewu, Simpang Lima dan Pak Gi’ akan say aulas di postingan berikutnya. Di tahun 1951, kala itu Bapak Hadi Soebeno Sosro Wedoyo selaku Walikota Semarang, membuat Panitia untuk Pembangunan Tugu Muda dengan lokasi persis dimana Pertempuran Lima Hari di Semarang terjadi. Kemudian di tanggal 10 November 1951, Bapak Boediono selaku Gubernur Jawa Tengah meletakkan batu pertama yang artinya pembangunan Tugu Muda siap dilaksanakan. Tugu Muda diresmikan tanggal 20 Mei 1953 oleh Ir. Soekarna (Presiden pertama Republik Indonesia).

Nah, bagaimana ne agan dan sista, berminat mencoba jalan-jalan di Kawasan Monumen Tugu Muda Semarang? Di jalamin seru. Apalagi setelah dari Monumen Tugu Muda dilanjut ke Lawang Sewu, pas mantaplah. Baiklah, sekian sedikit ulasan saya tentang Monumen Tugu Muda Semarang. Follow me ya. Terima kasih agan dan sist, sampai berjumpa di Monumen Tugu Muda.

Jumat, 15 Desember 2017

Masjid Raya Baiturrahman Semarang

Masjid Raya Baiturrahman Semarang
Halo-halo, selamat malam mas bro dan mbak sist semoga senantiasa sehat yaa. Aamiin.. Baiklah, kali ini saya akan ngebuat postingan tentang Masjid Raya Baiturrahman Semarang. Ceritanya tadi siang saya berserta istri dan anak sedang jalan-jalan ke daerah Simpang Lima Semarang, berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB saya istri dan anak langsung cuss ke Masjid Raya tersebut.
Suasana disana hampir serupa dengan 7 tahun silam (karena saya 7 tahun yang lalu pindah ke Jakarta dan sekarang sedang di Kota Lumpia Semarang). Perbedaan yang mencolok, sekarang adanya Gerbang Masuk berwarna hijau. Menurut saya pribadi dengan adanya gerbang ini menambah kesan Gagah/Agung Masjid Raya Baiturrahman. Selanjutnya setelah gerbang ada perbedaan lagi yang sangat mencolok, yaitu para pedagang kaki lima. Seinget saya, dulu pedagang kaki lima banyak banget di sekitar Masjid Raya Baiturrahman tapi sekarang hanya sedikit. Mungkin sudah di tertibkan oleh Pemerintah Kota Semarang, saya kurang paham juga.
Oke, kembali ke Masjid Raya Baiturrahman Semarang. Masjid Raya Baiturrahman terletak di sekitar Kawasan Simpang Lima Semarang, tepatnya di Jl. Pandanaran No.126 Semarang. Pada tanggal 10 Agustus 1968 Presiden kala itu Bapak Soeharto menandai dengan pemasangan tiang pancang pondasi masjid sebanyak 137 buah tanda di mulainya pembangunan Masjid Raya Baiturrahman. Masjid Raya Baiturrahman selesai pembangunan dan diresmikan oleh Bapak Presiden Soeharto pada tanggal 15 Desember 1974. Pembangunan Masjid Raya Baiturrahman sekitar 6 tahun.
Luas lahan Masjid Raya Baiturrahman sekitar 11.765 m2 meliputi Bangunan Masjid, Menara Masjid, Parkiran Mobil dan Motor serta Lembaga Pendidikan TK dan SD H Isriati 1. Masjid Raya Baiturrahman juga menjadi salah satu kebanggaan warga Kota Semarang. Untuk bangunan Masjid sendiri dibuat berbentuk limasan. Masjid ini memiliki daya tampung sekitar 4.500 jamaah, suatu jumlah yang sangat besar.
Dibawah Masjid terdapat banyak outlet-outlet busana muslim dan jajanan, jadi kalau mas bro dan mbak sist sedang ke Kota Semarang, ada baiknya sakalian berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman, dijamin gak bakal kecewa. Model bangunan Masjid Raya Baiturrahman ini klasik dan unik, bikin betah ngeliatnya. Disamping mas bro dan mbak sist dapat beribadah disini, mas bro dan mbak sist bias juga foto-foto untuk kenang-kenangan pernah berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman Semarang.

Sip, sekian sedikit ulasan saya tentang Masjid Raya Baiturrahman Semarang. Semoga dapat menambah wawasan kita Bersama. Akhir kata, selamat malam dan selamat beristirahat. See you.


Scroll to top