Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Januari 2018

Stasiun Semarang Poncol, Stasiun Terbesar Kedua

GoSemarangHebat - Nah kali ini saya akan memberikan informasi tentang stasiun Semarang Poncol. Stasiun ini adalah stasiun terbesar kedua setelah stasiun Semarang Tawang gan dan sist. Secara fungsi sama, yaitu melayani rute kereta di Pulau Jawa. Tetapi bedanya adalah, stasiun Semarang Poncol juga melayani untuk kereta lokas atau yang disebut juga dengan komuter. Untuk lokasi dari stasiun Semarang Poncol ini terletak di Jl. Imam Bonjol No. 115 Semarang dengan daerah yang bernama Purwosari.

Pintu Utama Stasiun Semarang Poncol
Dibuat pada tahun 1914 dengan arsitek bernama Hendri Maclain Pont (seorang arsitek dari negara Belanda) stasiun ini dulunya milik SCS (Semarang-Cheribon Stroomtram Maatschappij). Stasiun Semarang Poncol menjadi tempat pemberhentian untuk kereta ekonomi dan kereta barang. Tetapi saat banjir di Stasiun Semarang Tawang, stasiun ini menjadi alternatif pemberhentian untuk kereta eksekutif dan bisnis.

Jalur Kereta di Stasiun Semarang Poncol
Saya pernah beberapa kali ke stasiun ini untuk melakukan perjalanan atau pun menjemput orang tua saya. Dulu pernah ke stasiun ini untuk perjalan ke Solo bersama anak dan istri. Kita pesan tiket 1 hari sebelum keberangkatan. Karna harnya yang tidak begitu mahal (Semarang Solo IDR.10K) kita pesan langsung 4 kursi dari Semarang ke Solo dan sebaliknya. Cukup dengan IDR80K saja. Fasilitas yang ditawarkan oleh stasiun ini juga cukup baik. Mulai dari pelayanan dan kebersihannya.

Beberapa waktu yang lalu saya juga sempat menjemput orang tua saya di stasiun ini. Sambil menunggu kereta orang tua saya, saya minuk kopi dulu di kedai kopi dekat dengan pintu keluar (lumayan gan dan sist, bisa sambil ngebul :))

Oke gan dan sist, itu sedikit info tentang stasiun Semarang Poncol. Semoga bisa bermanfaat ya. Terima kasih sudah meluangkan waktunya untuk berkunjung ke blog saya ini. Sukses selalu untuk agan dan sist.

Stasiun Semarang Tawang, Bangunan Belanda yang Spektakuler


GoSemarangHebat - Ada 2 stasiun kereta api di Kota Semarang, yang pertama adalah stasiun Semarang Tawang dan yang kedua adalah stasiun Semarang Poncol. Nah kali ini saya akan memberikan informasi tentang stasiun Semarang Tawang. Dari judul di atas, stasiun Semarang Tawang ini adalah salah satu bangunan dari Belanda (peninggalan Belanda). Yang bikin spektakuler dari bangunan stasiun Semarang Tawang ini adalah model bangunan yang sangat kokoh dan megah.

Stasiun Semarang Tawang terletak di Jalan Taman Tawang No. 1, Semarang. Di bagian depan stasiun Tawang terdapat kolam besar atau yang biasa disebut dengan Polder Tawang. Nama stasiun Semarang Tawang merupakan nama daerah di dekat stasiun, nama daerah itu adalah Tawangsari.


Pada zaman Belanda, stasiun ini bernama Stasiun Tawang NIS (Nederland-Indische Spooweg Maatschappij yang sebelumnya pernah saya ulas juga di Seputar Lawang Sewu Semarang) yang diresmikan pada tahun 1914. Rancangan stasiun Semarang Tawang langsung dari arsitektur Belanda yang bernama Mr Sloth Blauwboer.

Stasiun ini melayani kereta api kelas Eksekutif, kelas Bisnis dan kelas Ekonomi dan barang (seperti jasa ekspedisi). Jadi buat agan san sist yang ingin berkunjung ke Kota Semarang, boleh loh pakai jasa dari PT KAI, mau naik kereta eksekutif, bisnis atu ekonomi (semuanya nyaman koq). Stasiun Tawang juga terletak di Kawasan Kota Lama Semarang, jadi agan dan sist bisa mampir juga ke Gereja Blenduk Semarang.

Loket Pemesana Tiket
Model bangunan dari Stasiun Semarang Tawang juga masih sama persis seperti dulu pada waktu zaman Belanda. Bedanya sekarang, lahan parkirnya dibuat lebih tinggi karna adanya rob (dalam bahasa jawa artinya banjir dari air laut yang sedang pasang sehingga membanjiri daratan). Di stasiun Tawang terdapat 6 lajur aktif dan 2 lajur buntu.

Secara keseluruhan stasiun ini Spektakuler banget bila agan dan sist melihat dari seluruh isi bangunannya, makanya gak heran juga kalau stasiun ini juga merupakan salah satu bangunan cagar budaya sejak 2009 tentang pelesatarian bangunan kuno.

Ruang Tunggu dekat Pintu Keluar dan Mushola
Oke, kiranya itu informasi dari saya tentang stasiun Semarang Tawang, next saya akan kasih info lagi tentang stasiun Semarang Poncol Semarang yang gak kalah spektakulernya. Terima kasih agan dan sist sudah mau berkunjung ke blog saya ini. Salam sukses selalu untuk agan dan sist.

Minggu, 31 Desember 2017

Seputar Lawang Sewu Semarang

Tugu Muda
Lawang Sewu 
GoSemarangHebat - Lawang Sewu, begitu sebutan untuk bangunan yang satu ini. Kenapa dinamakan lawang Sewu? ini dikarenakan jumlah pintu yang ada di bangunan itu banyak. Info dari yang jaga Lawang Sewu, jumlah pintunya ada 342 buah dengan jumlah lubang pintu sebanyak 429 buah yang memiliki daun pintu sekitar 1.200 (Model Pintu CowBoy) begitu gan dan sist. Dalam bahasa Jawa, Lawang artinya adalah pintu dan Sewu adalah seribu. Jadi Lawang Sewu itu adalah Pintu Seribu atau Seribu Pintu.
Bangunan Lawang Sewu
Lawang Sewu juga merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kota Semarang. Letak Lawang Sewu ini persis di samping Tugu Muda Semarang. Lawang Sewu dibangun pada tahun 1904 dan mulai difungsikan pada tahun 1907, pembangunannya sekitar 3 Tahun. Bangunan ini dalu dibangun untuk dijadikan sebagai kantor oleh Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (salah satu perusahaan kereta api Hindia Belanda) atau dapat disingkat dengan NIS.

Arsitektur Lawang Sewu dirancang oleh arsitek Eropa dan untuk bahan bangunan langsung diorder dari Eropa loh gan dan sist. Jadi luar biasa nih untuk bangunan Lawang Sewu ini. Hingga saat ini bangunan Lawang Sewu ini masih berdiri kokoh. Lawang Sewu memiliki 2 lantai yang setelah masa kemerdekaan digunakan sebagai kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) kalau sekarang diganti menjadi PT Kereta Api Indonesia (KAI). Pada waktu Pertempuran Lima Hari Semarang, Lawang Sewu menjadi lokasi pertempuran antara Pemuda Angkatan Kereta Api melawan Jepang.

Lokomotif dibagian depan Lawang Sewu
Saat ini Lawang Sewu menjadi salah satu tempat wisata di Kota Semarang. Model Bangunan yang unik menjadi salah satu daya tarik wisatawan. Lokasinya juga terletak di tengah Kota Semarang. Sehabis wisata dari Lawang Sewu, wisatawan dapat berkeliling di Tugu Muda Semarang. Biasanya wisatawan mengabadikan dengan cara berfoto-foto di Lawang Sewu dan Tugu Muda. Ada juga loh gan dan sist yang ngejadiin Lawang Sewu ini sebagai tempat foto untuk pre-wedding.

Sebagian orang juga tertarik dengan Lawang Sewu karena berita mistisnya. Gak heran sih gan dan sist, kenapa banyak cerita misteri tentang Lawang Sewu karena dulunya Lawan Sewu ini juga dijadikan sebagai penjara pada masa pemerintahan Belanda dan Jepang. Jadi kalau agan dan sist beruntung pas lagi berkunjung ke Lawang Sewu, agan dan sist bisa ngerasain aura yang ada disana. Tapi selama agan dan sist tidak punya prasangka apa-apa, tidak akan ada masalah koq. Malah disini agan dan sist dapat banyak belajar tentang sejarah dan model arsitektur bangunan Lawang Sewu.

Tangga bagian dalam setelah masuk pintu utama
Lokasi tepat Lawang Sewu berada di Jl. Pemuda dan Jl. Pandanaran (lokasinya pas tikungan dari arah Jl. Pemuda belok kekiri menuju arah Jl. Pandanaran. Untuk agan dan sist yang mau berkunjung ke Lawang Sewu cukup mempersiapkan uang IDR.10K (Dewasa) dan IDR.5K (Anak-anak dan Pelajar) kemudian kalau agan dan sist mau coba keruang bawah tanah di Lawang Sewu, maka ada biaya tambahan IDR.30K (tapi biasanya ruang bawah tanah ini sering ditutup dengan alasan keamanan agan dan sist). Agan dan sist dapat berkunjung antara pukul 7 Pagi sampai pukul 9 Malam. Biasanya sih pada kesini jam-jam pagi atau jam-jam sore/malam (Kalau siang hari panas gan dan sist).

Baiklah gan dan sist, semoga postingan diatas bermanfaat buat agan dan sist yang mau berkunjung ke Kota Semarang. Salam sukses selalu gan dan sist. Terima kasih sudah mau berkunjung ke blog gosemaranghebat.blogspot.com tunggu postingan selanjutnya ya tentang Kota Semarang dan Teknologi.

Gereja Blenduk Semarang


GoSemarangHebat - Gereja Blenduk Semarang merupakan salah satu bangunan bersejarah juga loh gan dan sist. Letaknya berada di Jl. Letjend. Suprapto No. 32 Tanjung Mas, Semarang - Jawa Tengah atau kalau orang Semarang lebih kenal dengan sebutan Kota Lama (bukan berarti kalau Kota Lama kemudian ada kota baru ya). Gereja Blenduk Semarang juga merupakan Gereja Kristen tertua di Jawa Tengah.

Gereja Blenduk Semarang dibangun oleh Belanda pada tahun 1753 dengan gaya arsitektur Gaya Doria yang berbentuk heksagonal. Gereja Blenduk juga sering disebut dengan nama Gereja GPIB Immanuel. Hingga sekarang Gereja Blenduk masih digunakan untuk acara-acara keagamaan.


Model bangunan Gereja yang mblenduk (logat orang Semarang yang artinya gelembung/menggembung pada bagian atapnya) juga menjadi salah satu daya khas tersendiri. Banyak wisatawan domestik dan manca negara yang ingin berfoto-foto disekitar bangunan Gereja Blenduk. Sekarang didekat Gereja sudah dibuatkan taman oleh Pemerintah Kota Semarang, jadi suasana nongkrongnya makin asik gan dan sist. Ada becak-becaan juga disana dan beberapa jajan lainnya.

Oke gan dan sist, sekilas tentang Gereja Blenduk di Kota Semarang. Sampai jumpa di Gereja Blenduk Kota Lama ya gan dan sist.

Jumat, 15 Desember 2017

Masjid Raya Baiturrahman Semarang

Masjid Raya Baiturrahman Semarang
Halo-halo, selamat malam mas bro dan mbak sist semoga senantiasa sehat yaa. Aamiin.. Baiklah, kali ini saya akan ngebuat postingan tentang Masjid Raya Baiturrahman Semarang. Ceritanya tadi siang saya berserta istri dan anak sedang jalan-jalan ke daerah Simpang Lima Semarang, berhubung waktu sudah menunjukkan pukul 11.00 WIB saya istri dan anak langsung cuss ke Masjid Raya tersebut.
Suasana disana hampir serupa dengan 7 tahun silam (karena saya 7 tahun yang lalu pindah ke Jakarta dan sekarang sedang di Kota Lumpia Semarang). Perbedaan yang mencolok, sekarang adanya Gerbang Masuk berwarna hijau. Menurut saya pribadi dengan adanya gerbang ini menambah kesan Gagah/Agung Masjid Raya Baiturrahman. Selanjutnya setelah gerbang ada perbedaan lagi yang sangat mencolok, yaitu para pedagang kaki lima. Seinget saya, dulu pedagang kaki lima banyak banget di sekitar Masjid Raya Baiturrahman tapi sekarang hanya sedikit. Mungkin sudah di tertibkan oleh Pemerintah Kota Semarang, saya kurang paham juga.
Oke, kembali ke Masjid Raya Baiturrahman Semarang. Masjid Raya Baiturrahman terletak di sekitar Kawasan Simpang Lima Semarang, tepatnya di Jl. Pandanaran No.126 Semarang. Pada tanggal 10 Agustus 1968 Presiden kala itu Bapak Soeharto menandai dengan pemasangan tiang pancang pondasi masjid sebanyak 137 buah tanda di mulainya pembangunan Masjid Raya Baiturrahman. Masjid Raya Baiturrahman selesai pembangunan dan diresmikan oleh Bapak Presiden Soeharto pada tanggal 15 Desember 1974. Pembangunan Masjid Raya Baiturrahman sekitar 6 tahun.
Luas lahan Masjid Raya Baiturrahman sekitar 11.765 m2 meliputi Bangunan Masjid, Menara Masjid, Parkiran Mobil dan Motor serta Lembaga Pendidikan TK dan SD H Isriati 1. Masjid Raya Baiturrahman juga menjadi salah satu kebanggaan warga Kota Semarang. Untuk bangunan Masjid sendiri dibuat berbentuk limasan. Masjid ini memiliki daya tampung sekitar 4.500 jamaah, suatu jumlah yang sangat besar.
Dibawah Masjid terdapat banyak outlet-outlet busana muslim dan jajanan, jadi kalau mas bro dan mbak sist sedang ke Kota Semarang, ada baiknya sakalian berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman, dijamin gak bakal kecewa. Model bangunan Masjid Raya Baiturrahman ini klasik dan unik, bikin betah ngeliatnya. Disamping mas bro dan mbak sist dapat beribadah disini, mas bro dan mbak sist bias juga foto-foto untuk kenang-kenangan pernah berkunjung ke Masjid Raya Baiturrahman Semarang.

Sip, sekian sedikit ulasan saya tentang Masjid Raya Baiturrahman Semarang. Semoga dapat menambah wawasan kita Bersama. Akhir kata, selamat malam dan selamat beristirahat. See you.


Rabu, 13 Desember 2017

Sejarah Kota Semarang

Icon Kota Semarang (Tugu Mudan & Lawang Sewu)
KOTA SEMARANG

Kota Semarang yang tidak lain tidak bukan adalah Ibu Kota dari Jawa Tengah, Indonesia. Nah, kali ini saya akan memberikan informasi tentang sejarah dari Kota Semarang dan kenapa dinamakan Semarang.
Peta Wilayah Kota Semarang
Pada abad ke-6 M daerah pesisir yang bernama Pragota (kalau sekarang udah ganti nama jadi Bergota) merupakan bagian dari Kerajaan Mataram Kuno yang merupakan pelabuhan pada masa itu. Bagian Kota Semarang Bawah dulunya merupakan daerah laut. Pelabuhan itu diperkirakan memanjang dari Pasar Bulu hingga ke Pelabuhan Simongan (lumayan juga jaraknya). Tapi seperti yang sekarang kalian ketahui, tidak ada pelabuhan itu dikarenakan terjadinya pengendapan lumpur secara terus menerus sehingga daerah-daerah itu pun menjadi daratan.

Pada tahun 1435 M, Laksamana Cheng Ho dan Armadanya bersandar di Pelabuhan Simongan yang kemudian mendirikan kelenteng dan masjid yang sekarang kita kenal dengan nama Kelenteng Sam Po Kong (Pamularsih).

Kelenteng Sam Po Kong - Semarang

Asal usul kata "SEMARANG"

Sekitar abad ke-15 M ada seseorang yang di utus oleh kerajaan Demak untuk menyebarkan ajaran Islam di perbukitan/daerah Pragota (Bergota) beliau adalah Pangeran Made Panda (Sunan Pandanaran I). Dari masa ke masa, daerah tersebut menjadi subur dan mulailah banyak orang berdatangan. Dari kesuburan tanah disanalah tumbuh pohon asam yang jarang (dalam bahasa jawa asem arang) dan akhirnya kota itu pun dijuluki Semarang.

Pangeran Made Panda tetapi ada juga yang menyebutnya Kyai Ageng  Pandan Arang I menjadi kepala daerah setempat. Setelah beliau wafat, kepemimpinan di pegang oleh putranya yang bergelar Pandan Arang II/ Sunan Pandanaran II (Sunan Bayat). Pertumbuhan daerah Semarang makin pesat yang akhirnya menarik perhatian Sultan Hadiwijaya dari Kesultanan Pajang. Melihat perkembangan yang semakin pesat, beliau memutuskan untuk menjadikan Semarang setingkat dengan Kabupaten.

Pada tanggal 2 Mei 1547, Sultan Hadiwijaya dan Sunan Kalijaga mengesahkan Semarang menjadi Kabupaten. Nah, Kalau sekarang 2 Mei kita kenal dengan hari jadi kota Semarang.

Waktu berlalu kemudian Pajang kalah dan jatuh ke tangan Kesultanan Mataran, sehingga wilayah Semarang ikut di dalamnya. Pada tanggal 15 Januari 1678 Amangkurat II dari Kesultanan Mataram di Kartasura, menggadaikan Semarang dan sekitarnya kepada VOC guna melunasi hutang. Pada akhir tahun 1705 Susuhunan Pakubuwono I menyerahkan Semarang ke tangan VOC sebagai timbal balik atas bantuan merebut Keraton Kartasura dan Semarang pun di kuasai oleh orang-orang Belanda (Pemerintah Belanda) hingga 1942.

Pada tahun 1642 Jepang masuk ke Semarang dan mengambil alih kekuasaan dari tangan pemerintah Belanda. Jepang tidak lama memerintah di Semarang karna harus tumbang. Pada bulan Agustus 1945, Jepang menandatangani perjanjian damai yang di mediatori oleh Uni Soviet. Jepang pun menyerah kepada sekutu pada tanggal 15 Agustus 1945.

Jepang menandatangani Dokumen Kapitulasi

Sekitar tanggal 15 - 20 Oktober 1945 pemuda-pemuda Semarang dengan gigihnya tetap melawan pemerintahan Jepang yang tidak mau menyerahkan diri kepada Pasukan Republik (pemuda-pemuda Semarang), peristiwa ini kita kenal dengan nama Pertempuran Lima Hari.

Nah, demikian sekilas tentang Sejarah Kota Semarang dan asal usul nama Semarang. Semoga bisa menjadi tambahan pengetahuan bagi kita semua dan semoga bermanfaat. Terima Kasih.


Scroll to top